Wisata Kuliner

Sekali Dayung, Enam Kuliner Terlewati

Bicara tentang Surabaya yang juga terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan ini, Surabaya memiliki banyak ragam kuliner yang patut kita cicipi lho. Ribuan orang dari penjuru nusantara mengadu nasib di kota ini. Sangatlah wajar mengingat Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia. Banyak diantaranya membuka usaha kuliner. Jadi tidak heran, makanan khas kota manapun yang kalian cari, bisa kalian dapatkan dengan mudah di kota ini. Mulai dari makanan dengan cita rasa nusantara hingga western food

Pada postingan kali ini, aku akan membagikan pengalamanku bersama beberapa blogger lainnya saat melakukan perjalanan wisata kuliner seharian pada hari sabtu, 8 April 2017. Perjalanan wisata kuliner kami kali ini spesial, kami ditemani oleh Chef Ken--3 besar Masterchef Indonesia sesi ke-2, dan seorang ahli gizi, dr Fanny Imanuddin.

Perjalanan wisata kuliner #FoodPhilosophy trip Surabaya dimulai dari Swiss-Belinn Manyar. Sebelum berangkat, satu persatu kami melakukan tes kolesterol dan tes gula darah. Ini pertama kalinya bagiku melakukan  tes kadar kolesterol. Syukurlah kadar kolesterol dan kadar gula darahku tergolong normal. Kadar kolesterolku saat itu 131 dan 94 untuk kadar gula darahku. 

Setelah melakukan tes darah, satu persatu peserta wisata kuliner ini disodori rundown acara. Saat membacanya aku cukup kaget. Ternyata acara kali ini benar-benar memanjakan peserta, dari pagi sampai malam benar-benar diajak menikmati makanan yang sudah terkenal kelezatannya. Are you ready Zam?? Yes, I am ready

Tujuan pertama wisata kuliner kami adalah sarapan Soto Madura di Depot Soto Tapak Siring. Depot ini berlokasi di jalan Dharmahusada no. 14 Surabaya. Dari depan sudah tampak keunikan depot yang satu ini. Soto daging sapi ini dipanaskan menggunakan api kayu bakar. Keunikan yang kedua adalah nasinya sudah dihidangkan diatas meja dengan dibungkus daun pisang. Porsi nasinya bisa dibilang sedikit tetapi untuk porsi sarapanku ini sangat pas. Jika sangat kelaparan mungkin bisa habis 2 porsi nasi hehe...

Rasa kuah sotonya light dan gurih, apalagi saat dicampur dengan sambal, ehmm... rasanya lebih mantap. Daging dan jeroannya pun empuk. Kalian tidak perlu tenaga extra saat memotong jadi bagian kecil daging dan jeroan sebelum mengunyahnya. Seporsi soto ini bisa kalian nikmati seharga Rp. 24.000 dan Rp. 3.000 untuk sebungkus nasi. Soto Tapak Siring ini buka dari pagi sampai malam 06.00-21.00 WIB.

Selanjutnya perjalanan dilanjutkan ke salah satu tempat yang menjadi ikonnya Surabaya. Ya benar... Tugu Pahlawan. Mungkin masih banyak orang yang belum tahu kalau di Tugu Pahlawan ini juga terdapat museum yang menarik. Bagi siswa dan mahasiswa yang bisa menunjukkan kartu pelajar/kartu mahasiswa kalian bisa masuk ke museum secara gratis. Sedangkan untuk pengunjung umum cuma dikenakan tiket seharga Rp. 5.000. 

Kami tidak lama disini, setelah puas berkeliling melihat benda-benda koleksi museum dan berphoto ria di pelataran Tugu Pahlawan, kami beranjak menuju destinasi berikutnya yaitu Sate Kelopo Ondomohen Ibu Asih

Bukan tempat penjual sate namanya jika kita tidak melihat kepulan asapnya. Dari sisi sebelah utara jalan sudah terlihat asap mengepul tepat dari depan tempat yang berukuran tidak terlalu luas itu. Dinamakan sate kelopo karena sebelum dibakar diatas bara api arang, tiap tusuk sate dilumuri parutan kelapa. Kemudian disajikan bersama bumbu kacang dan kecap, lengkap dengan irisan bawang merah dengan seporsi nasi yang dilengkapi dengan serundeng.

Satu porsi sate kelopo daging sapi berjumlah 10 tusuk sate bisa dinikmati seharga Rp. 25.000, sedangkan sate kelopo daging ayam seharga Rp. 18.000. Untuk satu porsi nasi dan serundeng seharga Rp. 5.000. Tiap melewati jalan Walikota Mustajab ini, aku belum pernah melihat Sate kelopo Ondomohen Ibu Asih yang terletak di Jl. Walikota Mustajab No.36 ini sepi, tiap harinya selalu saja ramai dikunjungi oleh para penikmat sate.




Selanjutnya Destinasi ketiga. Kami langsung meluncur ke Madura tepatnya ke Kabupaten Bangkalan. Tujuan kami adalah untuk menikmati lezatnya seporsi nasi Bebek Sinjay. Bisa dibilang kelezatan nasi bebek sinjay ini sudah melegenda dan menjadi buah bibir dikalangan wisatawan.

Ciri khas nasi bebek Sinjay terdapat pada bebek goreng yang ditaburi semacam butiran gurih yang khas dan disajikan dengan sambal pencit. Ehmm... nikmatnya. Seporsi nasi bebek sinjay dan 1 botol minuman bisa kalian nikmati cuma Rp. 25.000 saja. Tiap harinya ribuan orang selalu memadati rumah makan yang satu ini. 



Baru tiga destinasi yang dikunjungi, perutku mulai terasa buncit nih hahaha... beruntung tujuan berikutnya adalah Ice Cream Zangrandi. Gerai es krim yang berlokasi di Jl. Yos Sudarso 15 Surabaya ini tetap mempertahankan style gerainya dengan gaya tempo dulunya yang sangat kuat. Jika membaca refrensi, gerai es krim ini ternyata sudah berdiri sejak tahun 1930, berarti saat ini sudah berumur 87 tahun. Waww.. mantap!


Gerai Ice Cream Zangrandi ternyata mempunyai banyak varian es krim lho. Dari es krim yang penampilan sederhana hingga dengan penyajian yang cantik Sangat cocok untuk kalian yang sangat menyukai es krim atau sekedar nongkrong bersama teman.

Destinasi berikutnya adalah menuju markasnya Chef Ken, Pipe & Barrel Restaurant. Dugaan kami salah, ternyata kami datang ke tempat ini bukan untuk melihat Chef Ken beraksi melainkan kami lah yang diharuskan memasak dan ditonton oleh Chef Ken.




Kami ditantang Chef Ken untuk memasak Sayap Ayam Pedas dengan Saus Telur Asin atau dalam bahasa kerennya Spicy Wings with Salted Egg Sauce. Serunya lagi, kami hanya disodori resep dan cara membuatnya, Chef Ken benar-benar hanya menonton kami. Di akhir acara, barulah Chef Ken menilai satu-persatu masakan kami.

Alhasil hasil masakan kami ada yang hambar, ada yang gosong dan ada yang rasanya  sulit ditebak. Beruntung Chef Ken tidak meniru adegan menyakitkan perasaan peserta seperti saat dia mengikuti acara reality show dulu. Dia cuma tersenyum dan segera meminta air putih ke karyawan restaurannya hahahaa...

Salah satu ucapan Chef Ken yang paling aku ingat adalah beda jenis, beda asal, rempah-rempah mempunyai cita rasa yang beda. Jadi Chef Ken selalu mencicipi satu persatu bahan-bahan(rempah) yang akan dimasak agar menghasilkan rasa yang diinginkan. 

Sekitar pukul tujuh malam, barulah kami beranjak menuju destinasi terakhir kami yaitu Terminal Live Seafood. Disini kami benar-benar disajikan masakan seafood yang luar biasa menggoda. Ada olahan ikan kerapu, cumi, udang kepiting, tiram dan beberapa ikan yang aku tidak tau namanya. Makanan penutup wisata kuliner yang sempurna. Benar-benar mantap!!. 

Terus apa kaitannya dengan tes kolesterol dan gula darah diawal kegiatan tadi? Sebenarnya makanan yang kami makan dari awal wisata kuliner ini (kecuali es krim) merupakan makanan yang termasuk mempunyai kolesterol tinggi. Salah satu rahasia mengapa kami santai dan tetap bisa menikmati wisata kuliner 'kelas berat' seharian ini adalah karena kami meminum hemaviton Cardio--multivitamin untuk membantu menurunkan kolesterol. Suplemen ini bisa kalian minum 3x sehari pada waktu atau sesudah makan untuk menjaga kadar kolesterol kita.

Sedangkan bagi yang mempunyai masalah dengan kadar gula, saat meminum minuman manis seperti es krim bisa meminum hemaviton Glucare, multivitamin untuk menjaga kadar gula darahmu. Oh iya jangan lupa selain meminum suplemen ini, kita juga harus pintar-pintar jaga kesehatan tubuh, pola makan dan istirahat yang cukup agar kita tetap bisa menikmati lezatnya kuliner lainnya. Yuk kulineran tanpa perlu khawatir berlebihan!(*)

About Zamsjourney

Seorang blogger yang mempunyai hobi travelling dan photography sekaligus admin di HALOnetizen.com. Beberapa pengalaman saat travelling dan pengalaman lainnya bisa kalian baca di blog ini. Salam kenal dan semoga bermanfaat :)

2 comments:

  1. bener2 mantab jelajah kuliner nusantara tanpa takut kolesterol.

    BalasHapus
  2. alhamdulillah semoga sehat selalu dan terus bisa kulineran ke pelosok negeri :D

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.