#MenduniakanMadura

Di Balik Layar #MenduniakanMadura Part 2

Di kegiatan #MenduniakanMadura Menapaki Jejak Pembangunan BPWS ini, aku didaulat untuk menjadi penanggungjawab sie acara. Orang yang seharusnya bertugas menyusun dan mengawal terlaksananya acara. Namun tugasku menjadi lebih ringan karena untuk rentetan acara sudah disusun oleh Wahyu dan Vicky dengan koordinasi intensif bersama pejabat BPWS.  

Jujur saja, saat Wahyu menyodorkan jadwal acara aku cukup speechless. Rentetan acara yang padat dengan jarak waktu satu kegiatan dengan kegiatan berikutnya yang sangat berdekatan sekali. Jika molor satu, maka seterusnya akan molor nih! Padahal Wahyu menuntut harus ada unsur kreativitas di luar rundown yang telah disepakati dengan BPWS. Aku harus membacanya berkali-berkali untuk mencari celah agar bisa diisi acara yang sifatnya penuh keakraban.
Pose bersama sebelum berangkat dari kantor BPWS Surabaya. (ist/panitia)

Maka beberapa rencana sisipan acara agar para blogger jauh lebih terkesan dengan acara ini pun dirancang. Wahyu mengusulkan semua peserta dan panitia nantinya akan memakai odheng dan yang kedua bertukar kendaraan antara panitia dan peserta. Tiga orang panitia yang di mobil bertukar posisi dengan peserta yang ada dalam bus--agar panitia juga bisa merasakan suasana di bus dan peserta juga bisa merasakan suasana di mobil panitia.

Aldi mengusulkan drama informatif carok semi komedi. Teman-teman antusias dengan ide ini. Ada yang mengusulkan saat di titik klimak drama, para pemeran mengeluarkan celurit mini (gantungan kunci) untuk mencairkan suasana. Juga ada usulan agar Sayadi--yang sulit menahan gelak tawa--menjadi pemeran kocak pendamping tokoh utama yang siap mengocok perut semua penonton di akhir cerita. 

Namun saat eksekusi di lapangan, saat hendak naik ke dalam bus, Sayadi benar-benar sulit menahan tawa dari awal, berkali-kali urung  naik ke bus karena tidak kuat menahan tawa haha... Sayadi gagal menjadi pemeran pendamping. Sedangkan Berry sebagai pemeran utama berhasil memerankan perannya dengan baik. Cerita lengkap adegan ini bisa dilihat dibeberapa blog dan vlog peserta #MenduniakanMadura. 

Aku sendiri mengusulkan outbound lomba estafet gelang karet. Pertimbangan memilih outbound ini untuk hari kedua, karena eksekusi di lapangan hanya akan memakan waktu maksimal 30 menit. Outbound ringan ini diharapkan menambah keakraban antar blogger. Saat pelaksanaan, lomba gelang karet ini berhasil membuat peserta dan panitia riuh dalam gelak tawa saat melihat tingkah kocak satu sama lain. MISSION COMPLETE!!. 


Selain itu, aku juga mengusulkan doorprize. Tidak lengkap rasanya, kegiatan empat hari tanpa doorprize. Konsep hadiahnya memang tidak mewah seperti acara-acara yang diadakan oleh perusahaan multinasional. Hadiahnya cukup bersifat khas Madura dan berkesan karena bingkisan doorprize ini tidak masuk dalam anggaran dana kegiatan. Aku pun mengusulkan Kurma Salak dan Tongkat Madura yang langsung disetujui forum saat itu. Keesokan harinya aku langsung hunting sendirian dua produk tersebut hingga ke desa Kramat. 

Jika ditanya dukanya menjadi panitia sebuah acara ini bagiku itu cuma satu: tidak bisa mengikuti rentetan acara secara maksimal. Hal ini sebenarnya bukan masalah yang besar tetapi bagai makan tanpa sayur alias kurang sempurna hehe… Misalnya saja acara kunjungan ke area rest area KKJSM (Kawasan Kaki Jembatan Suramadu), mobil yang kami tumpangi harus mengalah menunggu peserta yang belum datang. Rombongan bus peserta dan dua mobil panitia lainnya dipersilahkan berangkat lebih dulu agar acara tetap berjalan sesuai jadwal yang kami rencanakan.

Kejadian yang kedua adalah kami yang ada di mobil dengan nomor dada 3 ditugaskan untuk berangkat terlebih dahulu menuju lokasi homestay Hutan Kera Nepa. "Mas, minta tolong pasang spanduk di dekat-dekat homestay" itulah sepenggal permintaan khusus dari Vicky. Dengan semangat juang 45, kami meluncur dan memasang spanduk. Saat di lokasi, kami mulai lost contact—indikator sinyal di hp kami tiba-tiba hilang. 15 menit menunggu, tetapi rombongan blogger lainnya tidak kunjung datang. Usut punya usut, ternyata kami salah memasang spanduk di rumah yang bukan akan dijadikan homestay yang akan kami tinggali haha…

Tidak berhenti disini saja, setelah tulisan spanduk kami baca, seharusnya spanduk ini diikat dan dipasang di Hutan Kera Nepa bukan di homestay. *duh! ini efek kelelahan atau kami malas membaca ya? haha.. Kami pun bergegas melepas spanduk dan berjalan menuju Hutan Kera Nepa untuk memasang spanduk di pintu gerbang masuk. Setelah misi selesai, kami berjalan kembali menuju homestay.  Sesampainya di homestay, ternyata para blogger dan panitia lainnya sudah berjalan cukup jauh menuju Hutan Kera Nepa. Mengingat jarak menuju hutan cukup jauh dan kami mulai kelelahan, kami memutuskan mengurungkan niat  untuk menyusul rombongan menuju hutan Nepa. Kami memilih bermain volly pantai. 

Satu hal lagi yang membuat aku iri pada kegiatan ini adalah keseruan di dalam bus. Dari handy talky yang aku pegang, terdengar teman-teman blogger bernyanyi bersama dan sesekali terdengar gelak tawa penuh keakraban. Perjalanan puluhan kilometer ditempuh dengan penuh keseruan. Berbeda suasana di mobil panitia yang aku tumpangi, penumpangnya terlelap semua kecuali driver dan diriku yang bersusah payah agar mata tetap terbuka.

Selebihnya acara ini menyenangkan. Antara peserta dan panitia tidak ada sekat. Saling berbagi, saling bercanda penuh keakraban seperti sudah mengenal sudah lama. Padahal beberapa diantaranya baru bertatap muka. Semoga kita bisa berjumpa di event-event berikutnya!

About Zamsjourney

Seorang blogger yang mempunyai hobi travelling dan photography sekaligus admin di HALOnetizen.com. Beberapa pengalaman saat travelling dan pengalaman lainnya bisa kalian baca di blog ini. Salam kenal dan semoga bermanfaat :)

10 comments:

  1. Balasan
    1. hayuk maen vollye dengan garis lapangan imajiner malemnya maen kartu mas haha...

      Hapus
  2. untung video nya yg cowo... selameett 😂😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. di smartphoneku hanya sempat merekam scene ini aja mbak :D

      Hapus
  3. Ahh.... pengen balik ke nepa lagi, tapi dengan game yang berbeda, rugi kemarin tak ikutan maen game juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya yang gak ikutan rugi lho. Kami ngakak bareng... kami berkompetisi...dari game ringan ini kita semakin akrab

      Hapus
  4. Sukses yaa buat #MenduniakanMadura

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah Sukses mas. Terimakasih mas CumiLebay :D

      Hapus
  5. Yang paling paling paliingg menyenangkan adalah antara peserta dan panitia tidak ada sekat, semuanya membaurr, senang yaa lain kali diulang ya mas Zam xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, semoga lain waktu bisa ngumpul bareng lagi dengan acara yang lebih seru lagi.

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.