Tulisan Bebas

Jangan Sampai Tertipu, Seller Harus Cermat.

Gambar hanya ilustrasi saja. 
Berikut ini ada cerita dari seorang pemuda yang mempunyai usaha sampingan sebagai penjual pulsa sekaligus penjual paket data. Berdasarkan informasi, harga paket data  yang dijualnya diklaim lebih murah daripada melakukan aktivasi paket data via UMB atau USSD. Atau dalam bahasa yang lebih simpel yaitu lebih murah dibanding via potong pulsa. Yang sering aktivasi paket internet via *123# atau *363# pasti mengerti. 

Tepat tengah malam pukul 00.00 WIB, waktu itu hari sudah memasuki tanggal 28 Agustus 2016, ia mendapatkan pesan masuk via whatsapp dari nomer  tidak dikenal. Isi pesannya pun singkat, "Bisa order?".

Ia tidak menanggapi pesan tersebut. Baru pada pagi harinya sekitar pukul 08.50 WIB ia merespon pesan itu. 
"Silahkan gan. Maaf open order: 09.00 - 21.00 WIB". 
"Pulsa Tsel 200", orang itu kembali membalasnya dengan pesan singkat.
"Maaf gan, gak punya nominal tsel 200rb".
"Ohh yang 100* bisa yah".
"Bisa gan, harga 100rb" 

Kemudian customer menanyakan pembayaran bisa via bank apa saja. Penjual tersebut membalasnya bisa via BRI, BCA, Mandiri ataupun BNI. Akhirnya customer memutuskan  meminta nomer rekening BRI. Tetapi karena ada kesibukan, penjual baru sempat membalasnya pada pukul 14.53 WIB. Ia membalas pesan tersebut dengan mengirimkan nomer rekening BRI disertai nama pemilik rekening.

Dari sini sebenarnya penjual sudah merasa sedikit curiga, "Jika memang tidak terlalu butuh pulsa, mengapa mau-maunya order tengah malam?". Tetapi penjual segera mengabaikan pikiran negatif tersebut. "Ah, mungkin ini memang rejekiku, kalo sudah rejeki,emang tidak kemana", ujarnya.

Tidak lama kemudian, customer tersebut mengirim screenshot bukti transfer beserta nomer  telkomselnya. Ia mengkonfirmasi rekening pengirim bernama Daniel Setiawan. Anehnya, screenshot  yang ia kirim, nama pemilik rekening tujuan bukanlah Zamroni melainkan Zambroni. Kejanggalan ini semakin menguatkan kecurigaan sebelumnya.



Tidak membuang waktu, penjual langsung mengecek internet banking BRI. Namun walaupun berkali-kali mengecek mutasi rekening, tidak ada dana masuk sebesar 100rb sama sekali. Penjual melempar topik keanehan ini ke group yang berisi teman-temannya. Akhirnya diputuskan win-win solution--penjual harus bermain cantik. *Tidak hanya Owi/Butet aja yang harus bermain cantik hehe... 

Solusi terbaik saat itu adalah mengulur waktu, khawatir internet banking mengalami gangguan. Penjual harus profesional dan tidak boleh menjatuhkan mental customernya, jika belum yakin 100% itu adalah penipuan. 


"Sukses gan, silahkan dicek", begitu ia mengabari customernya. Satu jam kemudian, customer tersebut baru membalas. Bahkan dua kali mencoba menelpon via whatsapp tetapi penjual tidak mengangkatnya. *Ngotot banget nih penipu

Untuk memastikan, akhirnya penjual menghubungi temannya yang juga mempunyai rekening BRI, untuk menanyakan apakah BRI gangguan. Temannya mengabarkan bahwa mutasi rekening BRI normal-normal saja, bahkan transaksi miliknya pada setengah jam lalu tampil di daftar mutasi.

Dari sini, akhirnya penjual yang tidak lain adalah penulis blog ini sendiri, memiliki keyakinan yang kuat bahwa ini jelas-jelas penipuan. Penipu yang nekat dan terjebak dalam permainannya sendiri. Penipu ini setidaknya harus diberi tamparan psikologis. 


Sekian salah satu modus penipuan yang aku alami sendiri. Pesan yang bisa dipetik oleh pembaca, bagi netizen, bagi seller yang melakukan transaksi online, "Hati-hati modus transfer palsu, jangan pernah langsung percaya pada photo ataupun screenshot bukti transfer namun pastikan dulu bahwa dana tersebut masuk ke rekeningmu".

About Zamsjourney

Seorang blogger yang mempunyai hobi travelling dan photography sekaligus admin di HALOnetizen.com. Beberapa pengalaman saat travelling dan pengalaman lainnya bisa kalian baca di blog ini. Salam kenal dan semoga bermanfaat :)

6 comments:

  1. hahahaa... bisa aja ya caranya.
    tapi jadi kudu ati-ati banget nih kalo kayak gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ri klo nerima transfer harus langsung di cek :D

      Hapus
  2. Huuiiiih ternyata dari pihak pembeli ada yah yg nipu2 gitu. Baru tahu saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. niatnya memang bukan beli mbak hehe ..

      Hapus
  3. Ya ampun, kok bisa ada ya jenis pembeli yang seperti itu, Mas?. Ide buat nipunya itu ada aja tapi mas Roni nggak kalah pintarnya, hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. namanya manusia, banyak tipikalnya hehe ... :D

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.