Event

Ribuan Marinir Pecahkan Rekor Renang Melintasi Selat Madura



Pernahkah kalian mendengar tentara renang melintasi Selat Madura? Aku yakin kalian pernah mendengarnya pada tahun-tahun sebelumnya bukan?. Tetapi kali ini yang berenang melintasi Selat Madura jumlahnya pun tidak tanggung-tanggung kawan. Bukan ratusan, melainkan ribuan Marinir sekaligus. Betapa tangguhnya para tentara kebanggaan Indonesia ini bukan? merekalah yang siap membela bangsa ini di garda terdepan!

***

Pagi hari selasa 27 April 2016, kebetulan aku melintasi jembatan Suramadu. Ada sedikit hal yang mengusik pikiranku saat melihat belasan truk TNI parkir di sisi timur pintu loket Madura jembatan Suramadu. Beberapa orang terlihat sibuk mendirikan panggung besar tepat di lahan yang sebelumnya direncanakan sebagai taman Suramadu sisi Madura--sayangnya taman tersebut sudah lama terbengkalai, pohon dan tanamannya mati tak terurus. 

Pertanyaan tersebut belum terjawab. Aku pun terus melanjutkan perjalanan melintasi jembatan Suramadu dengan motor kesayanganku. Mendekati sisi Surabaya, dari kejauhan  terlihat panggung cantik sudah berdiri di pinggir pantai tepat di samping jembatan Suramadu sisi Surabaya. Langsung saja pikiranku menerka, kemungkinan ini bakalan ada acara renang melintasi Selat Madura. Dihelat kapan? aku belum mempunyai jawaban pastinya.

Saat sore hari mau melintasi Suramadu menuju Madura, aku hampiri salah satu tentara untuk menanyakan acara apa gerangan yang akan dihelat. Benar saja dugaanku, tentara tersebut mengatakan bahwa esok hari akan ada pemecahan rekor MURI renang Selat Madura dan rencananya akan dimulai pukul sekitar 06.30 WIB.

Keesokan harinya, setengah delapan pagi aku sudah berada di lokasi panggung sisi Madura. Tampak ribuan orang sudah mulai memadati lokasi. Mulai dari anak-anak sampai orang tua. Para penjual pentol (cilok), penjual balon tiup, penjual minuman, penjual gorengan, penjual rujak dan penjual balon karakter kartun pun juga tidak mau kalah menjajakan dagangannya. Mereka ikut meramaikan sekaligus mengais rejeki diantara riuhnya kerumunan orang.





Di panggung utama, para tentara sedang menunjukkan keahlian mereka dalam seni tarik suara. Dari musik yang slow hingga musik rock mereka pertontonkan. Lumayan juga penampilan mereka. Alunan dari alat musik yang mereka mainkan terdengar merdu dan mampu menghidupkan suasana sambil lalu menunggu para perenang tiba di sisi Madura.

Tidak peduli panasnya terik matahari, warga terus berdatangan. Arena panggung semakin dipadati ribuan warga. Mereka ingin ikut menjadi saksi pemecahan rekor ini. Sedangkan di lautan dari kejauhan tampak puluhan perahu karet motor TNI terus bergerak mengamati para marinir yang mulai berenang. Berdasarkan data dari website rekor MURI perenang pertama masuk ke laut pada pukul 06.45 WIB dengan berjalan sejauh 200 meter sebelum tembakan start oleh KSAL pada pukul 07.28 WIB. 



Sekitar  pukul 08.45 WIB, dengan mata telanjang belum  terlihat ada tanda-tanda marinir yang berenang. Tetapi berdasarkan informasi salah satu marinir yang memegang teropong, para marinir yang berenang sudah tiba di bentang tengah suramadu. Tanpa diduga, beberapa menit kemudian, ratusan perahu dengan bendera merah putih yang berkibar-kibar, bergerak secara serempak dan mengular panjang menuju perairan sisi Madura. Ada rasa bangga, saat melihat mereka bergerak seperti melakukan gerakan penyergapan ke daerah musuh. Terkesan heroik bagiku. Ah kemungkinan aku terlalu sering melihat film perang. 

Baca juga: Wisata suramadu bersama HOS Tjokroaminoto

Perahu mereka semakin mendekat ke sisi Madura. Dari atas perahu tampaklah para nelayan yang memakai kaos loreng--yang aku ketahui kaos tersebut merupakan pemberian marinir. Gagah sekali mereka, segagah para marinir yang sesungguhnya. Bahkan satu dua kali saat menembus kerumunan orang untuk mengambil gambar, aku malah salah mengira jika mereka adalah marinir yang sedang bertugas. Aku baru sadar jika mereka adalah nelayan, saat mereka memalingkan muka dan terlihat  kaki mereka tanpa alas kaki dengan telapak kaki khas nelayan pada umumnya. 



Pukul 09.17 WIB, pembawa acara mengucapkan selamat datang ke para marinir yang telah tiba di garis finish dan berhasil mengarungi Selat Madura. Sesuai informasi dari pembawa acara, pemecahan rekor MURI ini rencananya di ikuti sebanyak 2.016 marinir. Namun diinformasikan kembali bahwa para perenang cadangan pun juga ikut terjun berenang sehingga jumlah keseluruhan personel yang menaklukkan Selat Madura sebanyak 2.883 marinir. Namun saat aku cek data di website rekor MURI, rekor yang tercatat hanya sebanyak 2.016 marinir.

Satu persatu marinir dengan pakaian lorengdan dua pelampung putih berbentuk kapsul yang di ikatkan di pinggang mulai naik ke daratan. Tepat di bawah jembatan kaki Suramadu, sudah ada banyak kolega marinir yang menyambut dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka menaklukkan Selat Madura. Kemudian para perenang membasuhi muka mereka dari kran yang dialiri air dari tandon  air berbentuk kasur raksasa. Ini pertama kalinya aku melihat kasur ajaib ini. Beberapa warga malah menjadikan benda ini benar-benar menjadi kasur, mereka asyik duduk dan sesekali mementalkan bokong mereka layaknya duduk di kasur yang empuk. 




Bukan hal yang mudah berenang melintasi perairan Selat Madura. Rute yang harus mereka tempuh sepanjang 5,3 kilometer. Walaupun saat itu perairan terlihat tenang, terdapat ribuan ubur-ubur penunggu Selat Madura yang cukup mengganggu para perenang. Selain itu perairan di sisi bentang tengah Suramadu terkenal memiliki arus yang cukup kuat. Setidaknya kamera sakuku pernah jadi saksi saat terhempas ombak di perairan ini dan kini telah menjadi bangkai, yang aku ambil bagian lensanya saja. 



Acara ini juga dimeriahkan oleh atraksi 20 penerjun payung yang melakukan terjun bebas dari pesawat. Mereka kemudian mendarat di benda yang mengapung--yang akhirnya aku ketahui bernama ponton.  Ponton diletakkan di tengah laut sisi timur jembatan Suramadu. Tidak semua personel bisa mendarat dengan mulus tepat di atas ponton. Beberapa diantaranya mendarat tipis sekali di samping ponton dan terjungkal ke air laut. 

Beberapa personel lainnya malah ada yang langsung terjun bebas ke Selat Madura. Angin sepertinya kurang bersahabat. Kadang tenang kadang kencang. Apesnya mereka juga mendapatkan sorakan cemoohan atas tidak sempurnanya aksi pendaratan dari para ibu-ibu yang menonton di bibir pantai. Biasalah ibu-ibu, terlalu heboh sendiri. Kalian tahu sendiri bukan, kalau para ibu-ibu menonton sinetron?  kadang sering ngomel-ngomel  sendiri! begitulah suasananya saat itu.

Selain itu, terdapat posko kesehatan GRATIS yang bisa dinikmati oleh masyarakat umum selama acara berlangsung. Sengaja aku tulis dengan huruf besar semua, karena kata GRATIS memiliki daya tarik sendiri bukan?. Ada pula pertunjukan barongsai dan acara pertunjukan musik dangdut dari group Monata. Untuk dua acara  terakhir yang aku sebutkan, aku tidak menyaksikannya. Sebagai informasi, rangkaian acara pemecahan rekor MURI ini merupakan puncak acara peringatan HUT Ke-15 Pasukan Marinir 1 (PASMAR-1) yang dirayakan pada 22 Maret lalu. 


Selamat Ulang Tahun PASMAR-1, tetaplah menjadi kebanggaan NKRI!

About Zamsjourney

Seorang blogger yang mempunyai hobi travelling dan photography sekaligus admin di HALOnetizen.com. Beberapa pengalaman saat travelling dan pengalaman lainnya bisa kalian baca di blog ini. Salam kenal dan semoga bermanfaat :)

1 comments:

Diberdayakan oleh Blogger.