Fotografi

Menikmati Sensasi Deru Knalpot dan Kecepatan Motor MOTOGP di Sepang

View Sirkuit Sepang Malaysia dari Hillstand C2
View dari Hillstand C2

Dari awal rencana trip ke Malaysia ini, tidak ada niat sama sekali untuk menonton motoGP karena tujuan utamaku hanyalah mengotori pasporku--yang sudah berumur 1,5 tahun tetapi masih suci ini-- dengan stempel imigrasi. Berbeda dengan kawanku yang memang sengaja ke Malaysia karena  ingin menonton motoGP di Sirkuit Sepang. 

Pada hari jum'at, H-2 racing motoGP dihelat,  kami hunting tiket di Mall Suria KLCC, dan pada saat itu baru aku tahu bahwa Imam, teman perjalanan kami yang dari Jakarta tidak jadi ikut  menonton motoGP karena jadwal penerbangan pulang dia, hari minggu sekitar pukul dua siang. 

Kawanku membujuk setengah memaksaku untuk ikutan nonton motoGP. Bagai terjebak dalam kondisi yang tidak mengenakkan, akhirnya aku memutuskan akan menonton jika tiket masuknya ada yang maksimal 300rb-an rupiah. 
"Tiketnya sisa RM 220, ayok nonton ya!”, ujar temanku saat mengajakku. 
"Maaf mas kalau segitu, pean sendiri aja  yang nonton mas :D",  balasku. "Ayolah nonton aku tidak ada temannya" dia tetap mencoba membujukku untuk nonton.  
"Maaf mas,  kalau segitu, aku tidak ada budget mas, pean nonton aja, nanti aku tetap ikut ke Sepang untuk hunting photo sendiri di luar sirkuit".

Beberapa menit kemudian, entah bagaimana ceritanya kawanku ini memanggilku kembali 
"Ron, ternyata masih ada tiket yang murah, cuma RM 40 nih, di Hill C2,  nonton ya?" ujarnya. 
"Ok mas nonton, bayarin saja dulu, totalannya nanti aja di flat" ujarku. 

Tiket yang kami beli ini berlaku untuk tiket masuk selama 2 hari, hari sabtu (kualifikasi) dan minggu saat race motoGP berlangsung. Sedangkan hari kamis FREE alias tidak butuh tiket untuk menonton para rider berlatih. 

Pada hari H tepatnya hari minggu, kami masih sempat mengantar Imam ke Mydin untuk belanja kaos khas KL. Setelah itu, sekitar pukul 11.00 kami berpisah, Imam ke KLIA2 sedangkan kami berdua menuju KLCC untuk membeli tiket bus menuju Sirkuit Sepang. Bus yang akan kami tumpangi sebenarnya bus armada rapidKL yang dialih jalurkan sebagai bus official motoGP. Harga tiket busnya RM 18 untuk sekali jalan atau RM 30 untuk pulang pergi (PP).

Sepertinya kami kesiangan menuju Sepang, bus yang kami tumpangi hanya terisi sekitar 8 orang saja. Waktu jarak tempuh yang dibutuhkan untuk menuju Sepang  sekitar 1 jam perjalanan, satu arah  menuju KLIA2. Ditambah lagi, supir rapidKL yang kami tumpangi ini ternyata kurang hafal jalan menuju Sepang. Terhitung dua kali hampir salah ambil jalur, bahkan bus kami sempat jalan mundur di jalan tol karena kebablasan salah ambil jalur.

Satu kilometer sebelum sirkuit, sudah tampak ribuan mobil yang terpanggang panasnya matahari--sudah terparkir di pinggir jalan raya. Kami turun di area parkir bus, kemudian kami diarahkan untuk naik bus rapidKL lainnya (shuttle bus) menuju titik-titik pintu masuk sirkuit. Di kanan kiri jalan tampak ribuan sepeda motor dan mobil terparkir. Pantas saja tadi sudah banyak mobil terparkir di pinggir jalan raya, ternyata area parkir sirkuit sudah tidak memadai lagi untuk menampung animo penonton yang membludak .

Kami turun dari bus setelah sopir bus meneriakkan C2 samar-samar. Agak ragu-ragu apakah benar ini pintu masuk C2 atau bukan, sedangkan papan plang menunjukkan nama yang berbeda. Kami berjalan sekitar 150 meter menuju bukit, sambil mencari tulisan C2 tetapi kami tidak menemukan sedikitpun petunjuk atau tulisan C2 apapun. Tiba di loket masuk, tiket kami dicek dan discan dengan alat scanner portable kemudian kami dipersilahkan masuk. "Masa bodoh ah, tidak masalah tidak menemukan tulisan C2 sama sekali, yang penting bisa masuk!" gumamku dalam hati.


Hillstand Sepang
Ribuan orang sudah memadati tribun alami ini :D beralaskan rumput, di bawah atap baja yang kokoh. Ternyata arena bukit di sini tidak sesadis yang aku bayangkan! Alhamdulillah tidak terpanggang di bawah matahari secara langsung :D



Setelah race MotoGP selesai, kami memilih  berjalan kaki menuju gate utama dengan alasan shuttle bus tidak akan bisa menampung puluhan ribuan orang sekaligus, belum lagi macetnya. Ternyata cukup melelahkan, jarak tempat menontonku ke gate utama kurang lebih 0,7 km. Di pintu masuk utama ini tampak beberapa tour guide dari segala penjuru dunia yang mengibarkan bendera travel mereka masing-masing agar terlihat oleh rombongan peserta trip mereka masing-masing.

Gate Utama Sepang

Tampak puluhan stand yang memamerkan kecanggihan teknologi produk merek ternama mereka, mulai dari motor, oli, onderdil, aksesoris dll. Bahkan mereka menyediakan motor yang sudah di miringkan/disetting sedemikian rupa agar pengendaranya seakan-akan terlihat sedang racing saat di jepret kamera, semuanya free.

Melalui pintu loket yang sudah ditinggalkan petugas, kami masuk ke area Main Grandstand, sekedar ingin merasakan rasanya duduk di kursi Main Grandstand, merasakan sensasi suara deru knalpotnya para pebalap yang latihan, merasakan view pemandangannya dan tidak lupa photo-photo dulu :D ingin menunjukkan bahwa walaupun dengan tiket murah bisa photo-photo di Main Grandstand haha… jangan bilang-bilang ya, rahasia ini cukup kalian aja yang tahu :D

Di Main Granstand ini, jarak pandang ke arena race lebih dekat, deru knalpotnya cukup memekakkan telinga dan sinar mataharinya tidak terlalu silau. Tetapi untuk menikmati dan merasakan serunya animo para pendukung pembalap, aku pikir lebih terasa di tribun ekonomi. Sama halnya jika kita menonton pertandingan sepak bola di stadion, tribun VIP lebih jaim hehe... tribun ekonomi lebih ramai. 

kalau tidak salah, tempat ini yang dinamakan Main Grandstand




About Zamsjourney

Seorang blogger yang mempunyai hobi travelling dan photography sekaligus admin di HALOnetizen.com. Beberapa pengalaman saat travelling dan pengalaman lainnya bisa kalian baca di blog ini. Salam kenal dan semoga bermanfaat :)

0 comments:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.