MalaysiaTrip2015

Malaysia Jauh Lebih Islami daripada Indonesia



Benarkah begitu? tenang itu hanya sebuah judul tulisan ini saja agar kalian sedikit penasaran dan mau membaca tulisan ini hehe, jadi maksud tulisan ini sebenarnya apa?. Ok, tujuan tulisan ini sebenarnya mengkritisi  dua kondisi yang berbeda  antara Malaysia dan Indonesia dan menurutku sangat menarik untuk kita cermati bersama.

Yang pertama, fasilitas surau (di Indonesia surau lebih familiar dengan sebutan musholla) di tempat publik yang  jauh lebih baik daripada mayoritas musholla di Indonesia. Sebut saja surau di KLCC, surau di stasiun Batu Caves dan surau di Bandara KLIA2, ketiga-tiganya menyediakan surau yang terpisah antara laki-laki dan perempuan, bukan sekedar dipisahkan kain/tabir tetapi benar-benar beda ruangan: Surau Lelaki dan Surau Perempuan.

Selain itu di Bandara KLIA2, surau dan toiletnya bersih dan nyaman sekali. Ada petugas cleaning service yang selalu menjaga kebersihan toiletnya. Bisa jadi dijaga 24 non stop. Toilet berdiri (urinal) selalu di semprot parfum agar tidak pesing, ada fasilitas free shower untuk yang mau mandi, ada toilet jongkok dan toilet duduk. Satu kata: salut (studi kasus toilet dan surau sebelah kiri gate P & Q KLIA2).

Coba bandingkan dengan Indonesia, mayoritas mushollanya kecil, laki-laki perempuan jadi satu ruangan. Letaknya tersisihkan dan kurang diperhatikan. Kalau tidak disudut ruangan yang pengap,  letak musholla ya di tempat parkir. Hemat ruangan broo..  

Miris bukan? Padahal Indonesia merupakan negara muslim terbesar, seharusnya menjadi rujukan wisata umat muslim dunia tetapi pemerintah sepertinya belum melirik bab ini, bab "Ruang publik milik pemerintah (stasiun/terminal dll) atau tempat wisata atau mall WAJIB menyediakan musholla yang layak, nyaman dan bersih tanpa tersisihkan serta toilet yang bersih". Apa sulitnya sih pemerintah tinggal ngomong tempat publik WAJIB memiliki musholla yang layak?? Padahal ini merupakan salah satu faktor kenyamanan bagi para wisatawan lokal maupun domestik.

Yang kedua, setiap memasuki waktu shalat fardhu, CS KLIA2 selalu menginformasikan melalui pengeras suara bandara dalam dua bahasa bahwasanya sudah memasuki waktu shalat. Secara tepat waktu. 

Manajemen KLIA2 ini memang kereeen sampai memperhatikan hal yang detail seperti ini dan bisa meneguhkan identitas Malaysia bahwasanya ini negeri dengan penduduk mayoritas muslim dan sangat ramah untuk wisata umat muslim. Bagaimana dengan yang non muslim? aku kira mereka tidak akan merasa terganggu dan seharusnya tidak merasa terganggu dengan informasi memasuki waktu shalat ini. 

Pengeras suaranya juga jernih dan menjangkau sampai semua sudut Bandara termasuk toilet sekalipun. Mungkin ada yang menanyakan "Kok sampai ngerti detail?" Jawabannya karena saat pulang dari Malaysia, aku stand by di bandara KLIA2 sendirian, kurang lebih 8,5 jam (sejak pukul 12.00 sampai pukul 20.50) karena temanku sudah pulang lebih awal dengan penerbangan jam 13.50 (GMT +8). 

Yang sering nongkrong di bandara, eh yang sering bepergian dengan moda transportasi pesawat mohon share informasi apakah di bandara Indonesia kondisinya sama seperti ini? 

About Zamsjourney

Seorang blogger yang mempunyai hobi travelling dan photography sekaligus admin di HALOnetizen.com. Beberapa pengalaman saat travelling dan pengalaman lainnya bisa kalian baca di blog ini. Salam kenal dan semoga bermanfaat :)

3 comments:

  1. Balasan
    1. makasih atas kunjungannya mbak rizma :)

      Hapus
  2. Welcome to malaysia. Mrt has began operation. Facilities include toilets, baby room, surau,parking and shops.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.