Fotografi

Hari Ketiga, It’s Time to Go Melaka

Suasananya romantis, neng kapan-kapan abang ajak kesini, mau kan? :D
Kabar baiknya, di hari ketiga kami di Malaysia, kami bertiga akan berwisata ke Melaka menggunakan mobil pribadinya Yoyon (diaspora Indonesia). Namun saat hari H ada sedikit perubahan planning, saat menjemput kami, dia sudah datang bersama kawannya yang bernama bang Irwan--yang sudah siap dengan mobilnya. Jadi kami ke Melaka ditemani  dua orang diaspora Indonesia yang menetap di Kuala Lumpur. Alhamdulillah...

Ternyata dari Kuala Lumpur menuju Melaka itu lumayan jauh. Kurang lebih butuh dua jam perjalanan lamanya. Sepanjang perjalanan, tepatnya saat melalui jalan tol, yang kami lihat di kanan kiri jalan hanyalah kebun kelapa sawit dan kabut asap  atau cirebu--begitu masyarakat Malaysia menyebutnya, yang masih setia menutupi langit Kuala Lumpur sejak kedatanganku di Malaysia. 

Bahkan aku tidak pernah menyaksikan birunya langit Malaysia selama 6 hari disana. Ya kabut asap ini merupakan kiriman dari negeri kita, asap dari kebakaran hutan Indonesia. Pantas saja Malaysia meradang! terus bagaimana derita WNI--saudara-saudara yang mengalami langsung dampak pekatnya asap kebakaran hutan berkali-kali lipat dibanding Malaysia terutama yang di Riau, Jambi dan Banjarmasin?? tidak bisa dibayangkan bagaimana tersiksanya mereka :(


Lomba Selfie 
Wisata Sungai Melaka
Kawasan wisata kota tua Melaka jauh lebih hidup daripada wisata kota tua Jakarta. Setiap bangunan tuanya terawat dan hampir semuanya digunakan untuk tempat beraktivitas jual beli tentunya dengan jumlah wisatawan yang berlimpah ruah dari berbagai suku, ras dan negara. Melihatnya bikin iri, mengapa Malaysia saja yang harus ramai?

"Mengapa selalu dibanding-bandingkan dengan Indonesia sih?" Jujur ini cara termudah untuk menggambarkan kondisi wisata di kota Melaka, sesimple itu tanpa ada tendensius sedikitpun. Dan pengelola wisata kota tua di Indonesia kita memang harus sadar akan hal ini. Kita harus berbenah dan belajar dari kota tua Melaka. Bagaimana mereka membuat kota tua ini mampu menyedot perhatian jutaan wisatawan. Karena potensi wisata kota tua di negara kita tidak kalah bagus dan memiliki keunikan sendiri cuma belum dimaksimalkan saja.



Jalan-jalan menikmati keindahan Melaka lebih seru dengan jalan kaki, karena bisa lebih leluasa dan bisa puas-puasin berphoto ria di beberapa gedung tua bersejarah. Semuanya photoable :D Setiap sudut tempat ini mempunyai keunikan sendiri untuk diabadikan. Untuk alternatif lain menikmati kota tua ini, kalian juga bisa menyewa sepeda ataupun becak yang unik. Model becak disini kekinian dan "menabrak" suasana old town nya Melaka, dihias ala tokoh-tokoh animasi terkenal misalnya hello kitty, tokoh-tokoh di film frozen dll yang dilengkapi alunan musik dari soundsytem yang dipasang di body becak.


Becak unik Melaka

Pintu masuk  kawasan wisata Melaka
Muzium Islam Melaka



Muzium Maritim

About Zamsjourney

Seorang blogger yang mempunyai hobi travelling dan photography sekaligus admin di HALOnetizen.com. Beberapa pengalaman saat travelling dan pengalaman lainnya bisa kalian baca di blog ini. Salam kenal dan semoga bermanfaat :)

0 comments:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.