Jawa Timur

Merajut Potensi Pulau Madura melalui Suramadu

Jembatan Suramadu


Siapa yang tidak mengenal Jembatan Suramadu?  ya, jembatan terpanjang di Indonesia saat ini yang sudah berusia 5 tahun lebih, sejak diresmikan pada tanggal 10 Juni 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhono atau yang lebih populer dengan sebutan pak SBY yang menghubungkan antara pulau madura (kabupaten Bangkalan) dengan Pulau Jawa (di Kota Surabaya).

Jika kita bertanya, Apakah tujuan dibangunnya jembatan ini tercapai? Jawabannya jelas belum tercapai, karena dampak yang paling terasa dan bisa dilihat saat ini hanyalah mobilitas atau arus lalu lintas pengguna jembatan  yang sangat tinggi. Mulai dari yang melaksanakan rutinitas harian seperti sekolah, kuliah, ngantor, kulakan dll sampai yang sekedar ingin tahu seperti apa jembatan Suramadu itu  dan berwisata kuliner nasi bebek  atau hanya bertujuan wisata religi atau berkunjung jika hanya ada event kerapan sapi, selesai sampai disini saja, padahal pulau madura yang terdiri dari 4 kabupaten ini memiliki daya tarik dan potensi tersendiri  yang bisa di eksplore lebih jauh lagi untuk kesejahteraan masyarakat madura dan pemerataan ekonomi  dengan kota sebelahnya yaitu kota  surabaya.


Gambaran Umum Potensi 4 Kabupaten 
Keempat kabupaten dari ujung barat ke ujung timur pulau madura yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep memiliki potensi yang berbeda-beda mulai dari kerajinan tangan, kebudayaan,wisata religi, wisata alam, potensi flora-fauna hingga potensi pertambangan.
Masjid Syaichona Cholil Bangkalan

Tambah penasaran kan? Saya akan menyebutkan sekilas beberapa diantaranya mulai dari Kabupaten Bangkalan yaitu wisata religi pasarean Syaichona Cholil yang selalu ramai oleh ribuan pesiarah luar dan dalam kota tiap harinya, Aer Mata (komplek pemakaman para raja dan keluarga yang sudah berumur ratusan tahun), pantai sembilangan/mercusuar peninggalan zaman Belanda, pantai siring kemuning, wisata kuliner nasi bebek yang sudah “go nasional” , sentra kerajinan batik tulis Tanjung Bumi dan lain sebagainya.
Pantai Camplong Sampang
Kabupaten Sampang yang terkenal dengan pantai camplongnya, pantai nipah dengan pasir putihnya dan hutan yang dihuni kerajaan keranya, buah jambu air yang melimpah,  Air terjun Toroan  yang langsung menumpahkan airnya ke pantai laut jawa dan lain sebagainya.


Kerapan Sapi Piala Presiden 2010
Kabupaten Pamekasan tersohor dengan api tak kunjung padamnya, ya dengan mencongkel tanah bara api akan keluar, pantai talang siring, pantai jumiang dengan sentra budidaya rumput lautnya, tambak garam dimana-mana. Pamekasan berjuluk kota batik, disini kita bisa menemukan kain atau baju batik kontemporer dengan harga yang terjangkau selain itu ada wisata kuliner sate “lalat”, wisata kerapan sapi piala presiden dan lain sebagainya.
Pantai Gili Labak Sumenep
Kabupaten Sumenep memiliki museum keraton yang konon mempunyai bukti sejarah paling lengkap dan terawat dengan baik, asli tanpa polesan mengalahkan keraton jogja dan solo. Jujur saya juga penasaran dan belum pernah berkunjung kesana hehe ... pantai lombang dengan hamparan pasir putihnya dan pohon cemara udang yang tumbuh di sepanjang pinggir pantai, pantai slopeng, masjid jami’ Sumenep yang eksotik yang termasuk masjid tertua di Indonesia. Komplek pemakaman raja “Asta Tinggi”, dan wisata kepulauan yang begitu menawan salah satunya pulau Gili Labak dengan pantai pasir putih yang mengelilingi penuh pulau ini dengan air lautnya yang  begitu bening dan jernih dengan terumbu karang dan biota laut yang alami sehingga sangat cocok untuk snorkeling dan scuba diving . Ada juga pulau Gili Iyang yang menurut penelitian mempunyai kadar oksigen terbaik no. 2 di dunia dan lain sebagainya.

Selain yang disebutkan sebelumnya,  pulau madura masih memiliki banyak potensi yang tersembunyi salah satunya yaitu sapi madura yang merupakan ternak lokal yang menjadi salah satu aset sumberdaya genetik (SDGH) yang dimiliki Indonesia (sumber brosur Dinas Peternakan Jawa Timur).

IDE PENGEMBANGAN WISATA PULAU MADURA
Apakah potensi tersebut, terutama potensi wisata sudah digarap secara maksimal? Jawabannya JELAS  masih belum maksimal. Padahal potensi wisata ini bisa bermanfaat untuk mendongkrak pendapatan domestik sehingga kesejahteraan akan terdistribusi. 

Masyarakat dan budaya madura mempunyai ciri khas tersendiri jadi jika kita mau berkaca ke daerah lain yang telah berhasil mengembangkan pariwisatanya maka ambil hal yang positif dan terapkan dengan memodifikasinya sesuai kearifan lokal di madura. Untuk skala besar kita harus mengacu strategi pengelolaan wisata di pulau Bali dan Kota Malang tetapi ada baiknya juga kita harus menengok Kabupaten Banyuwangi yang berhasil membuat  wisatanya menggeliat dan terus menggeliat bahkan siap menjadi tujuan wisata utama  dengan kearifan lokal Banyuwangi sendiri bukan dengan style Pulau Bali.

Dalam pikiran dan hasil pengamatan saya baik langsung maupun tidak langsung dari 3 daerah diatas,  ada beberapa ide atau sekedar usulan untuk memaksimalkan potensi madura khususnya di bidang pariwisata.

1. Pemberdayaan dan Pembinaan Masyarakat. 
Ini merupakan hal yang mutlak mau tidak mau harus dilakukan, ya masyarakat di daerah wisata harus dilibatkan agar destinasi wisata tersebut bisa menjual. Modal utamanya yaitu keramahan. Jika masyarakat ramah, wisatawan akan merasa betah  dan merekomendasikan ke keluarga dan rekan-rekannya.

Masyarakat madura punya modal ini karena orang madura ramah-ramah tinggal dibina kearah yang lebih baik, jika mau profesional lagi dalam jangka panjangnya kita harus berkaca ke Banyuwangi, masyarakat dibina dan diberi pelatihan bahasa, minimal Bahasa Indonesia yang lebih lancar kalau perlu Bahasa Inggris khususnya para pelaku bisnis syukur-syukur penjual rujakpun bisa bahasa Inggris, keren kan??? Pangsa pasarnya jelas turis mancanegara.

Kebersihan tempat wisata juga perlu dijaga, tentunya ini perlu adanya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan tempat pariwisata. Hal yang lucu jika datang ke tempat wisata malah disuguhi pemandangan sampah dimana-mana bukan

Selain itu perlunya memberi pelatihan keahlian kreatif kepada masyarakat, hal ini telah cukup sering dilakukan BPWS bekerjasama dengan pemerintah masing-masing kabupaten yang memberikan pelatihan.

2. Adanya Komunitas atau Paguyuban Penjual disekitar daerah wisata.
Jika boleh bilang, wisata di pulau madura ini masih rintisan ibarat mutiara masih harus dipoles terus menerus jadi dalam hal ini perlunya adanya paguyuban atau komunitas para penjual, tujuannya apa? Salah satunya memberi batasan harga minimal dan maksimal barang yang dijual. Jangan sampai terlalu mahal contohnya air mineral 330ml jangan sampai dijual seharga 10rb atau lebih dari itu, memangnya ini hotel bintang 4 ?? Jual lah dengan harga sewajarnya maksimal 4rb lah. Ini sekedar contoh saja. Selain itu masih banyak manfaat lainnya.

3. Membenahi sarana dan prasarana.
Hal ini jelas merupakan penting dan faktor utama layak tidaknya suatu destinasi wisata, kita sebut saja jalan akses menuju lokasi wisata, air, toilet yang bersih, musholla, penginapan dll. Mau berkaca ke Bali, Malang dan Banyuwangi? Jelas mereka memiliki semua point ini dengan kata lain mereka memang siap dan layak. 

Ada baiknya membuat sarana dan prasana dengan mempertahankan ciri khas madura misalnya penginapan dengan konsep tanean lanjang yang asri.

4. Membuat Magnet Wisata dekat Suramadu.
Membuat Magnet Wisata yang saya maksud pasar wisata yang mempunyai letak lebih stategis dengan konsep showroom dan mini amphitheater.  Ide ini mungkin agak sedikit gila dan butuh dana yang cukup besar. Dan ini cocok di bangun di daerah sekitar jalan akses suramadu. Mengapa? Jika kita lihat para pedagang kaki lima di sebelah utara pintu masuk suramadu itu apa yang kita sebutkan pertama kali? Pasti Panas dan berdebu.


Design Showroom dan mini Amphiater


Bagaimana jika diganti dengan lokasi yang tidak berdebu, tidak panas, nyaman dan bisa digunakan sebagai showroom wisata di pulau madura? Tiap kabupaten punya jatah 1 ruangan yang cukup lebar untuk mempromosikan wisatanya baik melalui seni photography, video ataupun presentasi dari para kacong jebbing atau duta wisata tiap kabupaten, selebihnya merupakan ruangan pasar wisata dengan harga barang yang terjangkau. 

Mini Amphiteater nantinya sebagai tempat untuk para wisatawan duduk beristirahat sejenak atau pagelaran seni khas madura misalnya tari tradisional. 

Saya yakin ini akan menjadi magnet utama dan jujukan lokasi wisata pertamakali bagi para wisatawan ketika menginjakkan kaki di pulau madura sebelum akhirnya berkunjung ke tiap destinasi wisata. Nantinya perlu bekerjasama dengan guide ataupun  tour & travel lokal untuk menjual paket wisata di tempat ini bagi wisatawan yang menginginkan jasa paket wisata, bagi yang ingin berkunjung sendiri tinggal dibekali brosur yang berisi peta menuju lokasi.

5. Strategi Marketing yang ampuh.
Mengundang dan bekerjasama dengan komunitas photography, blogger, pengguna social media dan pelaku wisata. Bagian ini merupakan strategi marketing yang paling ampuh untuk zaman serba internet saat ini. Kita buat event yang menarik, kita undang mereka, kita service mereka dengan baik dan kita peroleh timbal baliknya. 

Apa timbal baliknya? Promosi secara cuma-cuma dari tulisan, testimoni dan dokumentasi mereka. Kita Undang 50 orang, mereka akan mempengaruhi /mengajak /mengimingi ribuan orang melalui dunia maya dan ribuan orang tersebut yang akan mempengaruhi/mengajak/mengimingi jutaan orang lainnya. Fair bukan? Kita keluar biaya diawal untuk menarik minat  jutaan wisatawan. Hal ini yang juga diterapkan di Kabupaten Banyuwangi.

SECARA GARIS BESAR: Dibutuhkan sinergi dan kerjasama yang berkelanjutan antara BPWS dan 4 pemkab di madura beserta masyarakat agar ide ini bisa direalisasikan, tanpa sinergi diantara sulit untuk segera “menghidupkan” pulau madura dalam waktu yang relatif singkat.  Semoga hal ini segera terwujud demi kebaikan dan kesejahteraan masyarakat madura.


Yang terakhir Ini merupakan usulan point ke enam saya tetapi bukan di bidang pariwisata tetapi di bidang perekonomian dan investasi. Seperti kita ketahui tidak ada perubahan signifikan di jalan akses suramadu sisi madura apalagi di 3 kabupaten lainnya, apakah karena harga tanahnya yang selangit? Perijinannya sulit? Pajaknya tinggi? Atau tarif suramadu yang juga termasuk mahal?. 
Mungkin solusinya adalah pemkab mempermudah perijinan, membantu menyediakan lahan dan jika bisa mengajukan potongan harga tiket suramadu untuk kendaraan operasional perusahaan yang akan berinvestasi di pulau madura dalam jangka waktu tertentu misalnya selama 3 tahun. Konsepnya sama dengan point no.5, membuat keramaian biar ramai, memancing semut dengan gula.

Mengutip ide bapak Chairul Tanjung saat menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yaitu mengajukan pengurangan pajak penghasilan (PPh) selama lima tahun bagi perusahaan asing yang bersedia terus memutar dananya di Tanah Air. Apakah hal ini memungkinkan untuk diterapkan juga di pulau madura ini?? Saya tidak bisa menjawabnya karena saya hanyalah orang awam yang tidak tahu sama sekali regulasi akan hal ini hehehe .. saya bukan pengamat kebijakan ekonomi apalagi pajak. 

Sekian ide dan pemikiran saya untuk Percepatan dan Fasilitasi Pembangunan Wilayah Surabaya – Madura (Suramadu)


About Zamsjourney

Seorang blogger yang mempunyai hobi travelling dan photography sekaligus admin di HALOnetizen.com. Beberapa pengalaman saat travelling dan pengalaman lainnya bisa kalian baca di blog ini. Salam kenal dan semoga bermanfaat :)

0 comments:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.