Fotografi

Gili Labak, Surganya Pantai di Pulau Terpencil

Pasir putih dan air yang jernih serta terumbu karangnya, Gili Labak ini sangat direkomendasikan.

Bagaimana menurut kalian photo diatas? cantik bukan? ya photo tersebut merupakan pulau Gili Labak dan jangan salah sangka, pulau ini bukan berada di daerah lombok tetapi masih termasuk gugusan kepulauan Madura.. iya ini masih di Madura, Jawa Timur!! tepatnya masih wilayah pemerintahan Kabupaten Sumenep. 

Aku pun setengah tidak percaya jika gugusan kepulauan di Sumenep memiliki keindahan seperti di kepulauan timur Indonesia sana. Jika ditanyakan tahu darimana tempat ini pertama kali? ...ehm aku kira sepertinya dari group whatsapp (WA) akhir tahun lalu yang kemudian dilanjutkan curhat ke mbah google :D.

Pucuk dicinta, ulam pun tiba! akhirnya wacana akhir tahun lalu bisa terwujud di bulan september ini. Bermula dari Group WA Plurk kemudian dilanjutkan koordinasi di Group WA temporary  Wisata Gili Labak kami memutuskan tanggal 6 dan 7 September 2014 untuk melakukan perjalanan ini.

Dengan 1 mobil pribadi dan 2 mobil sewaan, kami 19 orang akhirnya berangkat menuju Kabupaten Sumenep, kebetulan aku kebagian bergabung di rombongan mobil pribadi yang berangkat lebih awal yaitu sore hari sedangkan 2 rombongan lainnya berangkat sekitar pukul 20.00 WIB dari titik kumpul Stasiun Gubeng Surabaya.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam, rombongan kami tiba di Sumenep dan langsung mencari hotel untuk tempat pasutri--yang bisa dibilang masih penganten baru ini hehe.. setelah check-in, kami langsung mencari pengganjal perut yang sudah keroncongan. 

Ada hal yang menarik, diluar dugaan taman utama di kabupaten ini yang berjuluk Taman Adipura Sumenep  yang terletak di depan Masjid Agung Sumenep ini "sangat hidup sekali" di malam hari, layaknya taman di Kota Batu Malang atau Taman Bungkul Surabaya. Kami berlima langsung mencari penjual penyetan/lalapan untuk makan malam kami. Setelah makan malam, kami menikmati suasana  taman adipura ini sebelum mengantarkan kembali pasutri ini ke hotel.

Setelah mengantarkan pasutri, kami bertiga kembali menuju Masjid Agung Sumenep yang  merupakan masjid tertua di pulau madura ini, masjid yang konon arsitekturnya merupakan perpaduan budaya arab, china dan nusantara. Sayang sekali terlalu malam untuk mengabadikan setiap sudut masjid bersejarah ini dengan kamera smartphoneku yang kurang mumpuni, ruang masjid utamanya sudah terkunci. Sekitar jam 12 barulah kami beristirahat untuk merebahkan tubuh yang sudah lelah ini di kediaman keluarga Wahyu yang merupakan ketua pelaksana wisata kali ini.

Gerbang Masjid Agung Sumenep (Smartphone + lensa wide)


Pukul 06.00 WIB kami meluncur ke pelabuhan kalianget dengan tujuan pulau Poteran kecamatan Talango. Sebenarnya tidak perlu ke talango terlebih dahulu untuk ke Gili Labak tetapi karena kita booking perahu yang lebih besar dari pulau tersebut jadi kita menyebrang ke Poteran sekitar 15 menit dari pelabuhan kalianget dengan jarak yang sangat dekat sekali.

Setelah memarkir mobil, kami siap melakukan petualangan menuju pulau Gili Labak dengan perahu bermotor yang konon memakan waktu kurang lebih 2 jam. Semakin ke tengah, ombaknya semakin mempermainkan perahu kami. Satu persatu mulai ada yang mabuk laut, ada sekitar 5-7 orang yang mabuk  dalam rombongan kami, beruntung sekali penulis tidak mengalaminya, jadi aku bisa menikmati sensasi naik perahu di tengah lautan lepas.

Di lautan lepas kita bisa merasakan kuasa sang pencipta melalui ombaknya (smartphone dan lensa wide) 
Sekitar 1,5 jam berlalu kami sudah tiba di pulau Gili Labak lebih cepat dari yang diperkirakan setelah di usut ke nelayannya, mesin perahunya lebih besar dan bertenaga sehingga bisa lebih cepat sampai, tetapi bagi yang mabuk laut terasa 3 jam mengarungi lautan hehehe. Dan sebagai tambahan info jika ombak sedang tidak bersahabat jika menggunakan perahu kecil konon bisa sampai 3 jam di lautan!!

Hamparan pasir putihnya terbentang sepanjang pulau Gili Labak

Tidak lengkap jika tidak menceburkan diri di pantai yang bening ini.
Perahu nelayan yang sedang ditambatkan pun jadi objek photography 'gratisan' tanpa pamit :D

Salah satu view rumah penduduk asli pulau Gili Labak

Sayang sekali saat ke pulau Gili Labak ini saat hari sudah menjelang siang, selain itu waktu yang terlalu singkat sehingga kami tidak sempat mengeksplore terlalu jauh ke tengah pulau (pemukiman penduduk) dan tidak mendapatkan golden time (antara waktu sunrise dan sunset). Tiba di pulau sekitar pukul 10.15 WIB, sudah harus balik pukul 12.40 WIB dan ruginya aku belum sempat ambil banyak gambar!! terlalu asyik main air dan belajar renang ke salah satu anggota TNI yang ikut dalam rombongan ini hehehe ... sepertinya memang harus kembali mengunjungi Gili Labak lagi suatu hari nanti. 

Siap-siap meninggalkan pulau Gili Labak
Catatan:
++ Photo diambil dengan smarthpone dan DSLR.
++ Harga sewa perahu bervariasi mulai dari 400rb -800rb tergantung besar kecilnya perahu dan keahlian tawar menawar.
++ Bawalah makanan dan minuman karena di pulau Gili Labak belum dikelola dengan baik oleh pemerintahnya sehingga belum ada fasilitas wisata maupun penjual makanan dan minuman. 
++ Gunakan sunblock agar kulit tidak terbakar :D
++ Jangan lupa sampah makanan/minumannya dibawa pulang dari pulau. Jagalah kebersihan dan keasrian pulau Gili Labak. 


About Zamsjourney

Seorang blogger yang mempunyai hobi travelling dan photography sekaligus admin di HALOnetizen.com. Beberapa pengalaman saat travelling dan pengalaman lainnya bisa kalian baca di blog ini. Salam kenal dan semoga bermanfaat :)

14 comments:

  1. Balasan
    1. terimakasih mbak istiqomah istrinya ardhelas :D hehhe

      Hapus
    2. hahaha sorry salah orang mbak hehehe

      Hapus
    3. Oh ya, gmn klo aq minta emailmu aja, biar orangnya yg tanya2 langsung ke km ya.. And biar km ingat, aq ini pasutri yg semobil sama km -_-

      Hapus
    4. oh iya ...baru ingat hehehe ..kirim ke romahamzani@gmail.com

      Hapus
  2. Siang Mas..
    Kalo nggak keberatan, boleh minta alamat email? Mau tanya-tanya tentang Gili Labak..
    :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. alamat email sudah langsung dibalas H+2 dari komen mbak :D

      Hapus
  3. Ikutan yaa mas ke gili labak nya hahahah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. testimoninya mana nih yang sudah ke GILI LABAK?

      Hapus
  4. Pantai gili labak begitu cakep ya, pengen sekali kesana :(

    Salam kenal, mampir juga le blog ku ya :)

    lajurpejalan.com

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.