Bali

Keindahan Pantai Geger Bali Yang Menawan

Payung ini seakan berkata ayo rebahkan badanmu disini 

Ini kali keduanya, aku menginjakkan kaki di pulau dewata ini. Bedanya dulu hanya bisa duduk di dalam bus. Mengikuti kemana supir dan tour guide membawa rombongan kami saat itu dan tak ada satu jalur pun yang aku ingat. Kalau kali ini, aku sendiri yang menjadi tour guide dan merencanakan perjalanan sekaligus nyetir sepeda motor 100% :D.

Keluar dari tol Bali Mandara, kami menyusuri jalan dengan kecepatan sekitar 60km/jam dengan sesekali sambil bertanya ke google maps.  Aku cek menu my places dan memilih Hotel Niko karena tujuan berikutnya adalah Pantai Geger Bali. Berdasarkan referensi para backpacker pantai ini berada di belakang Hotel Niko. Pantai ini jarang dikunjungi wisatawan dan merupakan pantai yang recommended terbanyak--setelah berpetualang di google dengan kata kunci "secret beach Bali, pantai indah Bali dll". Pantai ini katanya juga sering dijadikan lokasi syuting film, khususnya oleh salah satu stasiun TV swasta Indonesia yang terkenal dengan acara FTV nya itu. "Siapa tahu aku bisa bertemu dengan para artis cantik pemain FTV disana ya kan? hehehe .."

Setelah menyusuri jalan melewati kawasan hotel elit Nusa Dua Bali, kurang lebih setengah jam dari Tol Bali Mandara dengan sepeda motor sewaan, kami melihat papan petunjuk tertulis Objek Wisata Pantai Geger di samping bangunan hotel yang sangat besar dan megah. Tapi saat aku cek di google maps, ini bukan Hotel Niko, tempat yang aku tuju seharusnya masih agak jauh beberapa meter lagi. "Ah masuk saja, bisa jadi google maps salah". Selang beberapa menit kemudian,  hotel mewah ini aku ketahui bernama The Mulia Hotel dan Resort bukan Hotel Niko. 

Untuk memasuki area ini, cukup membayar tiket masuk sebesar Rp. 2000,-. Masuk area ini sedikit membingungkan, karena tidak diketahui sebelah mana tempat parkir motor. Aku bawa saja motor sampai ke pantai. Aku sedikit kewalahan dan hampir jatuh berkali-kali melewati landainya pasir Pantai Geger. Di depan mata sudah tersaji puluhan  payung dan bangku  pantai untuk berjemur berderet rapi seakan-akan melambaikan tangan kepadaku. "Yakin nih tidak salah masuk? Jangan-jangan ini pantai geger versi private beach hotel ini?", pertanyaan ini berputar-putar di kepalaku. Aku parkir saja sepeda motor sejajar dengan warung/restoran pantai dengan prediksi jika salah parkir pun pasti nanti ada yang menegornya.

Saat memasuki pantai tampak beberapa satpam dengan seragam lengkap dengan handy talky-nya sedang melakukan pengawasan. Lagi-lagi aku ragu kalau pantai ini untuk publik. Baru melangkahkan kaki ke pantai geger di belakang The Mulia Resort ini, satpam menyapaku, 
"Mau kemana pak?" tanya satpam kepadaku
"Mau kepantai pak" 
"Ok silahkan" sambil berlalu dan terus berkomunikasi dengan temannya via handy talky. 
"Jadi ini pantai private atau publik? Mengapa tadi aku tidak menanyakannya? Ah masa bodoh yang penting sekarang menikmati keindahan pantai geger." Ujarku sedikit masa bodoh.

Pasir putihnya seperti yang aku bilang tadi sangat landai, hanya terlihat beberapa nelayan dan kurang lebih 4 wisatawan saat itu. Aku lepaskan sandal dan menikmati ketika kaki berjalan diatas pasir menuju pantai. Selanjutnya kamera pocketku yang mulai dimakan usia ini yang "berbicara" menangkap beberapa spot yang aku anggap menarik. Di kejauhan tampak pura di atas tebing, 
"Pasti bagus view diatas sana" ujarku dalam benak.

Pantai Geger belakang The Mulia Hotel & Resort
Beniingggggnya, ingin rasanya berenang disini.
Biru langitnya paling baguss :D
Aku pun berpikir "Jalan yang mana biar bisa menuju kesana? Yang terlihat hanya satu jalur beraspal tetapi tidak memungkinkan motor  melewati jalur tersebut karena jalur tersebut milik hotel dan hanya untuk pejalan kaki, itupun terlalu jauh jika memaksakan kesana dengan jalan kaki untuk wisatawan dengan segudang tujuan wisata yang akan aku singgahi hari itu? Okelah cari jalur lain pasti ada jalur lain."

Setelah sekitar setengah jam di pantai, jujur aku tetap penasaran jalur menuju tebing tadi dan dimana Pantai Geger yang dikatakan para blogger yang ada fasilitas berkeliling pantai dengan menunggangi untanya yang dikelola manajemen Hotel Niko.

Kami pun keluar area pantai Geger menuju jalan umum, aku pun ingin menuntaskan rasa penasaran ini. Dimana Hotel Niko? tetapi tetap tidak menemukannya juga. Mungkinkah Hotel niko berganti nama? Ah sudahlah karena didepanku sudah ada jalur menuju pura diatas tebing tadi untuk mengambil spot pantai geger dari ketinggian. Untuk masuk ke area ini, harus memutari luasnya bangunan The Mulia Hotel and Resort kira-kira 500 meter nanti ada jalan kecil dan petunjuk arah menuju pura. Untuk melewati jalur ini harus bayar Rp. 2.000,- lagi, ehm berarti pura ini memang dijadikan obyek wisata ujarku.  Dan inilah view indah yang bisa aku tangkap dari atas tebing.

View dari Tebing 

Disini juga ada spot Pantai Geger yang tidak kalah cantiknya. Viewnya indahhhhhh, airnya beninggggg dan masih alami.

View keindahan Pantai Geger di samping Pura.

Tebing-tebing yang masih alami membuat pantai ini tambah eksotik dan sayang untuk dilewatkan.
Penduduk Lokal mau hunting apa gerangan? Ikan atau rumput laut?

About Zamsjourney

Seorang blogger yang mempunyai hobi travelling dan photography sekaligus admin di HALOnetizen.com. Beberapa pengalaman saat travelling dan pengalaman lainnya bisa kalian baca di blog ini. Salam kenal dan semoga bermanfaat :)

10 comments:

  1. luar biasa,,, kapan saya ingin berkunjung kesana.. sebelumnya saya pernah berkunjung disalah satu pantai bali yaitu pantai padang padang..

    BalasHapus
  2. Belum pernah ke Bali gue hehehe, sumpah wonderfull banget :) kerennnnn

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo sempatkan kak dik :D Bali itu seperti bukan di Indonesia hehe

      Hapus
  3. Bali memang memiliki sejuta pesona gan, jadi pengen keliling bali

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya benar mbak :). Budaya dan alam Bali memang bikin kangen

      Hapus
  4. Mantab...
    keren banget pemandangannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tempat Rombongan Raja Salman berlibur di Bali :D

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.