Bali

Bali, I'm Coming back

Akhirnya ... | awal cerita kok sudah diawali akhirnya? 
Karena inilah yang disebut penantian panjang setelah kurang lebih 1 tahun lamanya menunggu kepastian dengan harap-harap cemas, 
"bisa tidak berangkat nih? bakalan bentrok dengan pekerjaan tidak ya? kalau memang bentrok bolos saja sekalian /plak hehehe"

Satu minggu menjelang keberangkatan, hariku selalu diisi dengan doa semoga tidak bentrok. Walaupun sudah bertekad bulat untuk bolos (ijin), namanya bolos untuk berwisata tetap saja membuat pikiran tidak tenang. Ya tiket pesawat yang akan digunakan adalah tiket promo super murah meriah :D alias kursi hasil "sistem prediksi kursi kosong" yang harus dibeli 1 tahun sebelumnya. 

Sudah mengerti maskapai penerbangan yang aku maksud dan sering bagi-bagi kursi super murah meriah tersebut kan? ya benar sekali ... maskapai negara tetangga sebelah yang identik dengan warna merahnya.

H-2 menjelang liburan, aku baru sempat berburu hotel yang ramah dikantong, setelah membaca beberapa referensi tentang reputasi hotel dan beberapa review dari pengunjung dari hasil googling akhirnya aku memutuskan booking 4 hari 3 malam untuk hotel yang berjarak sekitar 2,4 km dari Pantai Kuta. 
 "Bismillah semoga jadi, jika batal rugi tiket pesawat PP dan Hotel nih sekarang.."

Kami Siap Terbang ..!!
Satu koper berisi pakaian + satu tas ransel cukuplah untuk hidup tiga hari di Bali. Awalnya aku berniat akan menggunakan sepeda motor ke bandara, apa daya ternyata hujan mengguyur.Beruntung 14.30 WIB ada orang yang berbaik hati menyewa sopir karena belum mempunyai SIM dan berniat mengantar kami ke Bandara International Juanda Surabaya--bandara yang aslinya berada di wilayah Kota Sidoarjo dengan mobilnya. 

Sebelum ke bandara, anak kecil pemilik mobil yang mengantarkan aku dan seorang wanita yang tangguh ini, request untuk melihat pesawat saat landing, beruntung sopir mengerti lokasi yang tepat untuk melihat langsung pesawat saat landing dengan jarak yang sangat dekat karena tepat di gedung bandara juanda tidak ada tempat untuk melakukan hal tersebut. Lokasinya dimana? sekitar 1 KM sebelum bandara, kita bisa melihat hal tersebut dengan jelas dalam jarak yg sangat dekat sekali.  Lain kali saya akan datang ke tempat itu lagi sambil menikmati semangkok bakso :D tempat ini bagai tempat wisata di sore hari banyak warung penjual bakso dan makanan lainnya. 

Pesawat yang akan kami gunakan mengalami perubahan jadwal penerbangan berkali-kali, dari yang awalnya 19.30 WIB diubah menjadi pukul 12.30 WIB melalui pemberitahuan SMS satu bulan sebelumnya, “wah asyik nih nyampek bisa langsung jalan-jalan,” ujarku tetapi beberapa hari kemudian ada pemberitahuan lagi kalau penerbangan di reschedule ke pukul 19.30 WIB. Tetapi tidak berhenti sampai disini, kurang satu minggu keberangkatan ada pemberitahuan penerbangan diundur menjadi  pukul 21.05 WIB. “Waduh sampai tengah malam nih di Bali”. 

Setelah menunggu 1,5 jam di boarding room,  sekitar pukul 21.08 WIB ada pemberitahuan penundaan penerbangan menjadi 21.30 WIB. Hampir semua orang diruang tunggu keberangkatan mulai gelisah dan menggerutu bahkan beberapa orang termasuk rombongan turis yang aku terka habis mengikuti kompetisi kejuaraan (terlihat membawa piala) komplain ke petugas. Lagi-lagi kami dikecewakan karena penerbangan ditunda kembali menjadi pukul 21.55 WIB. “Nasib ...nasib dapat harga promo, mau komplain pun gak enak sendiri hehehehe ..”, ujarku berbicara sendiri dalam hati. 

Beruntung, aku membawa bekal roti sobek, saya lahap 2 roti sobek  kemudian mengambil air mineral yang disediakan di boarding room Bandara Juanda. Akhirnya pukul 21.55 WIB kami dipersilahkan melenggang menuju pesawat. Pesawat pun take off dan mengudara di langit Jawa Timur, kerlip lampu menghiasi jalanan ibukota surabaya dan gedung perkotaan, terlihat juga lampu warna warni menghiasi jembatan suramadu sedangkan dibagian  lainnya hanya terlihat beberapa lampu saja yang hidup dan tidak merata yang saya terka itu daerah rumah penduduk.

Didalam pesawat, rombongan bule yang aku taksir mayoritas berumur 17-22tahun, yang aku sebutkan tadi bikin ulah, bercanda dengan hebohnya saling lempar “guyonan” yang kemudian disambut gelaktawa bahkan sambil saling pukul lintas kursi penumpang, waduh terasa berada di rombongan bus pariwisata pribadi saja bercanda begitu asyiknya. Beberapa penumpang mulai komplain dan pramugari menegor mereka dan mereka terdiam sejenak tetapi ramai kembali dalam gelak tawa padahal  penumpang lainnya banyak yang tertidur pulas.

Pukul 23.08 WIB atau 00.08 WITA kami sudah landing di Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali. Turun dari pesawat kami sudah dinanti bus maskapai yang akan membawa kami pintu kedatangan. Perjuangan perjalanan ke bali belum berakhir disini, kami harus menunggu bagasi yang belum terlihat juga. Kurang lebih setengah jam kemudian, conveyor--si ular pipih lintasan bagasi di area pengambilan bagasi berjalan setelah dari tadi hanya terdiam berkawan dengan lengangnya bandara. Dari kejauhan tali biru yang sengaja aku ikatkan di koper terlihat sudah bergerak menghampiriku.

Sesaat Terlantar
Kami berdua berjalan menuju pintu keluar mencari counter taxi yang katanya berada disebelah kiri pintu keluar kedatangan domestik, ternyata tidak ada satupun petugas, adanya malah para supir taxi yang berebutan penumpang. Aku putuskan jalan kaki menuju pintu keluar bandara, “mengertikah aku jalannya? Tentu tidak .. yang saya tahu saat itu pintu keluar ya jalan lurus di depan pintu keluar hahaha”  Setelah 10menit berjalan kaki akhirnya merasa bingung juga, gubraakkk kami tiba diparkiran yang mulai kosong, palang pintu tertutup, anjing berkeliaran, menelpon hotel yang kami tuju pun tidak diangkat.

Tidak tega rasanya melihat wanita yang bersamaku ini ikut merasakan kebingungan dikota yang masih asing baginya tengah malam begini. Beruntungnya, no. operator taxi lokal yang aku hubungi diangkat dan taxi langsung meluncur. 10 menit menunggu taxi belum datang juga, saya telpon kembali, katanya mohon ditunggu taxi sedang meluncur. 15 menit berlalu  tidak kunjung datang juga, saya telpon lagi, tetapi jawab operator di telpon taxi yang saya pesan sudah mengangkut penumpang. Penumpang yang mana???? saya masih terkatung-katung di parkiran mas! “perjuangan belum berakhir kawan” bergumam dalam hati. 

"Ok kami kirim lagi pak, mohon bersabar; ok aku tunggu bli terimakasih". Tak lama kemudian Taxi yang kami pesan sudah datang dan langsung menyusuri jalan-jalan kuta dengan lincahnya membawa kami menuju jalan merdeka raya. Tidak lebih dari 15 menit, kami tiba di depan pintu gerbang Hotel yang pintu gerbangnya terlihat masih sedikit dibiarkan terbuka, satpam mempersilahkan kami masuk untuk check-in. Untunglah walaupun tadi tidak bisa dihubungi tetapi pintu masih terbuka dan bisa check-in pukul 01.30 WITA. Jika tidak ????? entahlah yang penting tidak terjadi hehehe.

Masuk kamar, 2 single bed yang empuk dan bersih, TV layar datar, AC, lemari, kamar mandi lengkap dengan shower air panasnya dan ruangan yang bergaya minimalis tetapi cukup wah ini telah menyambutku. Wah tidak menyesal milih hotel ini komplit tapi muuuurah (dapat harga promo). Ini pasti rejeki karena mengajak wanita tangguh ini liburan ke bali jika tidak pasti aku sudah terdampar di gang poppies surganya para backpacker bali, itupun harus booking ditempat tengah malam lagi yang belum tentu langsung mendapatkan kamar.  Hidupkan TV sebentar, set timer 30menit dan ....terlelap dalam tidur.

Tol Laut Pertama di Indonesia itu bernama Tol Bali Mandara
Suara guyuran air hujan membangunkanku, ternyata masih pukul 04.00 WITA. Tidur lagi ah hehehe. Dan ... akupun terlelap kembali dalam dekapan hangatnya selimut tebal berwarna putih. 

Inilah saatnya beraksi, saatnya Trip Bali dimulai ..!! sepeda motor matic fuel injection sewaan yang sudah aku sewa sebelumnya dari temanku sudah tiba di hotel pukul 06.15 WITA tadi. Pukul 07.30 WITA yang setara dengan 06.30 WIB tanpa sarapan sebelumnya, aku dan wanita (yang belum aku bocorkan siapa dia) langsung tancap gas menyusuri jalan-jalan Kuta-Bali dengan berbekal Google Maps. 

Tidak sengaja kami melewati toko oleh-oleh yang buka  24 jam di dekat bandara. Ok, mampir dulu  beli oleh-oleh buat keponakan sekalian cek harga khawatirnya nanti tertarik belanja oleh-oleh di pasar. Setelah setengah jam menemani wanita tangguh ini cuci mata, tujuan berikutnya adalah tol Bali Mandara, Jalan tol laut yang pertama di Indonesia ini baru diresmikan 1 bulan yang lalu tepatnya tanggal 23 Juli 2013. Jalan tol ini menghubungkan  Nusa Dua – Ngurah Rai – Benoa.  Nama tol “Bali Mandara” yang berarti Bali yang agung, maju, aman, damai dan sejahtera.

Menuju pintu masuk jalur motor tol Bali Mandara  sedikit membingungkan dan akhirnya aku salah ambil jalur dan kesasar ke jalan by pass ngurah rai yang cukup jauh untuk mencari jalur belok arah. Alasannya karena yang pertama rambu-rambu yang berdempetan antara boleh melintasi dan jalur larangan sepeda motor melintas yang kedua jalur sepeda motor saat itu sepi sehingga saya menganggapnya bisa jadi bukan jalur sepeda motor itu  dan yang ketiga posisi pintu loket yang  cukup jauh dari pintu masuk utama.

Setelah berputar arah yang cukup jauh, kini kami sudah berada di jalur tol Bali Mandara menuju loket. Untuk melintasi tol ini cukup membayar Rp. 4.000,-. Menurutku  tol Bali Mandara ini belum seindah yang digaungkan, yang katanya tol dengan view terindah di Indonesia. Mengapa? Karena sepanjang jalur Ngurah Rai-Nusa Dua; view pemandangannya masih belum tergarap, yang terlihat saat itu masih hamparan tanah liat  (karena air sedang surut) bukan hamparan pasir dan pantai khas bali dan pohon bakau dengan perairan yang agak keruh. Tetapi penilaian ini bisa jadi salah, karena salah waktu berkunjung dan karena alasan inilah saya tidak mengambil gambar sedikitpun disini selain demi menghemat baterai kameraku yang mulai agak rewel ini.

foto diambil dari: http://www.baliweather.net/bali-mandara-toll-road/


Tetapi jalan tol ini lebih nyaman untuk jalur pengguna sepeda motornya, jalan beraspal tidak seperti jalur motor suramadu yang terbuat dari potongan beton/bongkar pasang (dibawahnya digunakan untuk jalur listrik, telpon dll) sehingga sedikit terasa naik kuda. 

Jalur motor di jalur lingkar tengah toll Bali Mandara posisinya  berada dibawah sedangkan mobil ada dijalur yang lebih tinggi. Dan rasa penasaran atas pertanyaanku yang “bagaimana ya bisa ngatur jalur motor dengan 2 tujuan seperti itu?” terjawab sudah, jalur ini terputus dan terbuka di persimpangan jadi kalau kita mau melanggar di persimpangan bisa saja menerobos dan masuk ke jalur mobil resiko ditanggung sendiri dan hal ini yang membedakan dengan jalur motor di jembatan Suramadu yang terus lurus dan terpisah oleh pagar tinggi, kalau macet mau ke jalur mobil? Jelas tidak bisa. 

Foto diambil dari : http://www.thejakartapost.com/
Semoga Toll ini suatu bisa jadi menjadi toll dengan view yang benar-benar Indah dan bisa jadi objek wisata baru di Bali karena saya lihat sedang dipersiapkan jalur berhenti/wisata untuk menikmati keindangan view toll Bali Mandara bisa jadi untuk view sunset yang katanya indah. . Dan menginspirasi toll wisata berikutnya di Indonesia.

Bersambung ke tulisan Keindahan Pantai Geger Bali Yang Menawan [Include Photo]







About Zamsjourney

Seorang blogger yang mempunyai hobi travelling dan photography sekaligus admin di HALOnetizen.com. Beberapa pengalaman saat travelling dan pengalaman lainnya bisa kalian baca di blog ini. Salam kenal dan semoga bermanfaat :)

4 comments:

  1. Wuik kak ron ke Bali sama wanita tangguh, ahheeyyyy..

    BalasHapus
  2. aheeeyyyyyy :D mengapa tidak menggunakan akun yang ada alamat blog pean mbak?

    BalasHapus
  3. Ihiiiirrr.. bisa ngebayangin betapa bahagianya beliau bisa jalan-jalan di tanah dewata... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga didalam hatinya benar2 bahagia dan keluar doa yang bermanfaat er :D

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.